Protocol Officer and Dramaturgy Theory

Penampilan diri atau yang sering disebut dengan istilah “Grooming” merupakan hal yang tak bisa lepas dari kalangan protokoler, baik protokoler professional ataupun protokoler mahasiswa karena dianggap sangat penting apabila sedang menjalankan kewajiban dalam bertugas.  Penampilan akan menjadi penilaian pertama yang mencerminkan diri dan kepribadian orang tersebut dan sebaliknya, seseorang yang kurang memperhatikan penampilannya, dapat saja dianggap kurang baik oleh sebagian orang. Hal yang ini biasa kita kenal dengan kata “first impression” dimana orang akan menilai orang yang ditemuinya berdasarkan penjelasan mengenai grooming tadi.

Penampilan akan memberi kesan yang sangat positif bagi orang lain, dimana penampilan kita akan sangat lebih baik lagi jika disesuaikan dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan sekitar. Tatanan norma dan krama juga sangat diperhatikan dalam berpenampilan, terlebih lagi Indonesia adalah negara yang sangat kuat adat ketimurannya. Terlepas dari kepentingan tersebut, dibawah ini ada beberapa pendapat mengenai arti kata grooming yang dikutip dari berbagai sumber, yakni.

1.      Kata groom menurut Kamus Bahasa Inggris Indonesia, artinya mengurus, merawat, rapi atau pelihara.

2.     Secara harfiah, grooming artinya penampilan diri.

3.     Grooming dalam penampilan prima adalah, penampilan diri tenaga pelayanan pada waktu bekerja,  memberikan pelayanan kepada kolega dan pelanggan.

4.      Penampilan diri (grooming), sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi yang bekerja sebagai tenaga pelayanan, seperti pegawai negeri, pelayan toko, tenaga penjualan, kalangan eksekutif bisnis, dan lain-lain, mereka tentu saja perlu berpenampilan serasi dan menarik.

5.      Well groomed istilah Bahasa Inggris, yang digunakan untuk menggambarkan, orang berbusana resmi dengan baik menarik. Busana yang baik dan resmi itu berarti penampilan yang rapi, sopan, luwes, serasi dan menarik (personal apperance) sesuai dengan etika dan tata krama pergaulan.

6.      Pengertian grooming, secara singkat adalah, penampilan seseorang, dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki dimulai dari kebersihan tubuh dan kerapihan pribadi, cara berpakaian sampai dengan tutur kata dan sopan santun

7.      Kecantikan atau ketampanan, bukan hanya dilihat dari luar saja, tapi juga harus diiringi dari dalam (inner-beauty). Oleh karena itu, perilaku juga harus diperhatikan dalam berpenampilan

Sebagai seorang protokoler mahasiswa yang juga terlibat sebagai fungsi hubungan masyarakat (humas) dan liaison officer di Universitas Padjadjran KPM Unpad menganggap grooming sebagai suatu hal yang sangat penting, hal tersebut juga sebagai jendela yang pertama kali dilihat dari Universitas Padjadjaran itu sendiri. Bahkan penilaian lembaga sendiri biasa dilihat dari kinerja seorang protokoler. Dengan demikian mengelola grooming atau tampilannya yang juga disebut dengan “Impression management” adalah hal yang sangat penting, dalam hal ini seorang protokoler ataupun protokoler mahasiswa tidak hanya merepresentasikan diri mereka sendiri, tetapi juga merepresentasikan lembaga atau institusi dalam hal ini Universitas Padjadjaran.

Pentingnya Impression management atau manajemen kesan merupakan bagian dari teori dramaturgi yang juga dikembangkan oleh Erving Goffman pada tahun 1959. Menurut Goffman (1959),  impression management yang selalu berkaitan dengan sebuah pertunjukkan drama, yang seorang aktor pelakunya dibentuk oleh lingkungan dan audience yang bertujuan untuk memberikan sebuah kesan yang lebih konsisten sesuai dengan apa yang diinginkan oleh individu itu. Maka berdasarkan dari teori dramaturgi tersebut grooming juga merupakan bagian dari system komunikasi nonverbal, dimana komunikasi bukan hanya yang diucapkan, tetapi juga merupakan suatu hal yang melekat pada diri kita, sehingga grooming sendiri sangat penting bagi seorang petugas protokoler, Grooming juga adalah gambaran tentang diri seseorang (self image) yang memegang peranan penting dalam komunikasi, baik dengan orang lain (interpersonal) maupun dengan dirinya sendiri (intrapersonal). Dengan demikian, image dan citra lembaga atau institusi juga mendapatkan porsi yang besar dari proses pengelolaan kesan atau Impression Management salah satunya berdasarkan grooming seorang petugas protokoler.

By: Agrian Ratu Randa KPM 2015

Posted

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *