Darul Huwisnu (KPM2010)
Diterbitkan di Majalah Menggagas Indonesia
School Of Leaders VI
Lelah, pesimis, antipati, dan masih banyak lagi hal negatif lainnya yang terbersit dalam benak masyarakat Indonesia terhadap negaranya. Jika kita telisik lebih dalam, hal ini wajar saja terjadi jika melihat kecarutmarutan negara ini. Korupsi dimana-mana, dari kelas RT sampai pejabat setingkat MK, kemiskinan, pengakuisisian sumberdaya alam oleh negara asing, dan masih banyak lagi.
Masyarakat semakin muak oleh janji-janji palsu para birokrat yang hanya berjanji manis ketika pemilu, namun setelah mereka naik janji-janji mereka bagai debu yang tertiup angin, menghilang dan tanpa bekas.
Mahasiswa, itulah harapan paling nyata dari segala problematika yang ada. “Makhluk” yang diharapkan menjadi agent of change bagi bangsa ini. Golongan yang dianggap masih memiliki rasa cinta dan idealisme pada negeri tercinta.Sosok-sosok yang dianggap masih menjunjung keberanian para pendahulunya ketika meruntuhkan rezim yang lalim di negeri ini.
Namun sayang seribu sayang, harapan itupun kian lama kian fana. Menguap perlahan, bagai air yang tersinari teriknya matahari. Sosok-sosok idealis itu mulai menghilang dan terbungkam ketika mulai merasakan nikmatnya menjadi seorang birokrat, ada yang tetap idealis memang, namun akhirnya dibungkam paksa lalu hilang.
Namun jika kita cinta terhadap negeri ini, kita tidak boleh larut dalam ketidakberdayaan. Seolah-olah meninggalkan ibu pertiwi berjuang sendiri, hingga perlahan dia mati. Mahasiswa harus mulai bangkit, mulai menggagas Indonesia menjadi negara yang gemilang.
Ketika kita berbicara tentang Protokoler, pasti langsung terbersit tentang birokrat, aturan, kekakuan, dan jabatan. Ya, itu memang benar. Protokoler memang “dibai’at” menjadi orang-orang yang taat aturan, menjaga kehormatan dari jabatan atasannya, dan sudah pasti dekat dengan para birokrat. Hal inilah yang membuat tentangan dan cercaan datang silih berganti ketika Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unpad lahir. Meskipun dengan seiring berjalannya waktu, semua anggapan miring itu berhasil kami kikis.
Lalu apa hubungannya KPM Unpad dengan menggagas Indonesia gemilang? Jawabannya ada pada nama kami. “Korps” ,organisasi,kumpulan, persatuan, dan sebagainya inilah dasar dari perjuangan kami, yang mana para mahasiswa-mahasiswa pilihan bergabung didalamnya. “Protokoler” seperti yang telah dibahas sebelumnya, kami adalah orang-orang yang kaku, taat aturan, dan dekat dengan birokrat. Namun inilah kata kuncinya.
Kami diajarkan untuk kaku, yaitu menjadi orang-orang yang tegas terhadap komitmen dan janji, tidak akan pernah pandang bulu dalam menegakkan kebenaran. Taat aturan, kami dididik untuk menjadi orang-orang yang taat terhadap segala hukum,aturan, dan undang-undang yang ada. Kami dididik untuk menjadi orang-orang yang sangat disiplin dan taat akan waktu. Sekarang anda pasti sadar, masyarakat Indonesia banyak yang sudah tidak memiliki hal ini, sehingga kehidupannya berantakan dan diam ditempat, yang berakibat pada kemerosotan moral. Hingga akhirnya bangsa ini kian terpuruk.
Dekat dengan Birokrat, ingatlah pesan Rasulullah SAW. “Barang siapa berteman dengan pandai besi, maka ia akan bau arang dan terpercik api. Dan barang siapa berteman dengan tukang parfum maka ia akan menjadi wangi.” Inilah yang selalu kami tanamkan dalam hati kami, dekat dengan para birokrat membuat kami tahu hal-hal positif hingga negatif mereka. Ini membuat kami belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang sebenarnya secara langsung. Tidak mereka-reka seperti orang lain yang hanya melihat pemimpin dari luarnya saja.Kami tahu secara jelas, tantangan apa yang dialami para pemimpin, bahkan kami tahu hal-hal apa saja yang akan membuat seorang pemimpin menjadi lalai.
Terakhir adalah kata “Mahasiswa” , Sosok yang harus idealis, cerdas, serta ikhlas dalam berjuang. Hal yang sudah tentu kami tanamkan kepada para anggota kami.
Inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia, mahasiswa-mahasiswa cerdas, taat aturan, disiplin, berpengalaman, serta ikhlas dalam bekerja. Sifat-sifat seperti inilah yang harus dimiliki oleh orang-orang yang cinta terhadap bangsa dan ingin menggagas hal-hal positif dan besar yang akan memajukan bangsa ini. Unsur yang harus dimiliki oleh calon-calon pemimpin bangsa, agar dapat membuat Indonesia yang gemilang.
Intinya, siapkan kader-kader terbaik untuk segera mengambil tongkat estafet kepemimpinan dari para pendahulu yang telah mulai “lelah” mempertahankan idealismenya. Bergerak bersama, para pemuda pasti bisa menggagas Indonesia yang gemilang.
