Organisasi tidak hanya selalu mengenai program kerja. Namun juga mengenai bagaimana kita menemukan rekan dan teman untuk berbagi banyak hal. Apa jadinya jika dalam suatu organisasi hanya berkutat seputar hal serius? Jika dalam kesehariannya terdapat konflik harus dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan saling percaya. Masalah sebesar apapun jika dikomunikasikan dengan baik pasti bisa menemukan titik temu. Singkat kata, sesama rekan protokoler sudah selayaknya dianggap sebagai keluarga sendiri.
Pengikatan (bonding), merupakan tahap dimana ada pengikatan seperti sebuah kelompok. Menerima seperangkat aturan yang mengatur kebersamaan kelompok tersebut. Banyak kegiatan yang dapat menciptakan bonding sesama rekan protokoler. Dapat dimulai dengan hal yang sangat sederhana dan dapat dilakukan kapan saja. Berikut adalah rekomendasi kegiatan yang dapat menciptakan bonding sesama rekan protokoler:
- Sediakan waktu untuk berbincang
Setelah berbincang dengan rekan – rekan, ternyata banyak yang mengatakan kunci utama bonding dengan rekan protokoler itu, hanya dengan menyediakan waktu untuk berbincang santai. Tidak ada salahnya untuk membuka percakapan lebih dahulu, tidak saling jaim (menjaga image) namun tidak melewati batas dan menyesuaikan situasi serta kondisi yang terjadi.
2. Berbincang di luar masalah pekerjaan
Salah satu cara menciptakan bonding dengan rekan, adalah berbincang di luar masalah program kerja. Dengan berbincang secara intim akan membuat kita saling mengetahui karakter satu sama lain, namun jangan sampai mengorek terlalu dalam atau hingga hal yang dianggap sensitif. Contoh perbincangan yang dapat dilakukan misalnya diawali dengan pertanyaan “anak keberapa?”, “Tinggal di mana?”, dan “asalnya dari mana?”. Sementara untuk rekan yang sudah lebih dekat, bisa dilemparkan isu – isu yang sedang hangat terjadi
3. Saling membantu pekerjaan
Terdapat pula cara berbeda yang dapat menciptakan bonding dengan rekan, yakni dapat dilakukan dengan membantu rekan kerja, kapanpun kita bisa. Dengan cara membantu nanti rekan tersebut akan menyadari kebaikan kita dan dapat menularkan aura positif untuk membantu sesama yang lain
4. Jangan lupa ucapkan kata ‘sakti’
Kata sakti itu apa saja? Tolong, maaf, dan terima kasih. Salah satu resep supaya bisa dekat dengan rekan, dalam keseharian kita tidak boleh lupa untuk sering menggunakan kata sakti ini. Dengan menghargai orang lain maka orang lain juga akan menghargai kita. Terlihat sepele namun hal ini sangat penting untuk dijadikan kebiasaan yang selalu dilakukan.
5. “Kencan”
Bukan kencan di bawah rembulan seperti pasangan. Kencan yang dimaksud adalah mempunyai waktu untuk pergi bersama rekan. Sekali-kali pergi makan siang atau makan malam bersama, setelah pulang dari kegiatan dan rutinitas kampus atau kesibukan organisasi.
6. Berkunjung atau undang ke rumah
Tidak sedikit anggota organisasi memiliki masalah sendiri di rumah mereka. Untuk itulah, salah satu jalan membangun kedekatan dengan rekan adalah dengan berkunjung ke rumah teman atau undang mereka berkunjung ke rumah. Momen ulang tahun bisa dijadikan alternatif, atau ketika rekan kita baru saja merayakan suatu pencapaian atau sedang sakit perlu juga menyediakan waktu untuk berkunjung ke rumahnya. Perhatian-perhatian kecil seperti ini sangat penting.
7. Membuat ‘kejutan’
Membuat sebuah kejutan kecil tidak hanya berlaku untuk pasangan saja, untuk rekan protokoler juga perlu dilakukan sebagai ungkapan rasa perhatian dan peduli. Kejutan ini juga tidak harus bersifat ‘mewah’. Dengan membelikan cemilan kegemaran, misalnya. Atau bisa juga memberikan kejutan ketika rekan kita sedang ulang tahun.
Pada dasarnya masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan bonding sesama rekan protokoler. Apapun kegiatannya, bonding sangat diperlukan untuk menciptakan iklim organisasi yang saling mendukung dan nyaman untuk seluruh anggota. Organisasi tanpa bonding bagaikan tulang kering di padang pasir, sudah kering makin garing.
Disusun oleh: Divisi PSDMA KPM Unpad 2021
Referensi:
https://mommiesdaily.com
http://staffnew.uny.ac.id/pendidikan/materi-komunikasi-interpersonal
