
Jatinangor, 31 Mei 2025 – Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Padjadjaran (KPM Unpad) telah melaksanakan Protocol Comparison Activity (Procoma) 2025. Protocol Comparison Activity merupakan forum pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik terbaik keprotokolan yang melibatkan KPM Sahabat se-Jawa Barat. Acara tahunan ini diselenggarakan secara luring oleh KPM Unpad bekerja sama dengan Forum Korps Protokoler Mahasiswa Jawa Barat (FKPM Jabar) yang berlangsung di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Unpad, Jatinangor. Acara ini dihadiri oleh seluruh Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) universitas se-Jawa Barat dengan total 17 KPM.
Dengan mengusung tema “UNITY: Unite to Ignite and Spark Excellence through Purposeful Collaboration and Synergy” serta tagline “Unite with Passion, Boost with Action”, Procoma 2025 bertujuan untuk menjadi ruang pertukaran gagasan, praktik terbaik, dan penguatan jejaring keprotokolan antar mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya menekankan pentingnya keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sinergi, etika, dan budaya organisasi yang melekat dalam dunia keprotokolan.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan registrasi peserta, lalu dilanjutkan dengan sebuah prosesi iring-iringan pembukaan. Iring-iringan ini diawali dengan penampilan tari tradisional oleh Nahwa Rossyidatul A’la dan Anggun Khairunnisa dari Syarekat Seni Faculteit des Recht (SSFDR) FH Unpad, diikuti oleh para tamu seperti pembina KPM Unpad dan FKPM Jawa Barat, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, serta seluruh ketua KPM peserta Procoma 2025. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan dan pengukuhan semangat sinergi sejak awal acara dimulai.
Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui nyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Universitas Padjadjaran, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Kang Adrian Maulana dari Protokoler Madya KPM Unpad dan sari tilawah oleh Teh Zahwa Zitta dari Protokoler Muda KPM Unpad. Rangkaian dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Teh Yesi Humairah Rahmani selaku Project Officer Procoma 2025. Kemudian sambutan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh penting, yakni Teh Helda Qibtiyah, selaku Ketua Umum KPM Unpad; Kang Muhammad Rafi Khalief, selaku Ketua Umum FKPM Jabar; Ibu Wina Erwina, MA., Ph.D., selaku Pembina KPM Unpad; Pembina FKPM Jabar yang diwakilkan oleh Bapak Budi Setyawan dari Protokol Jawa Barat; serta Bapak Dr. Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D., selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran.
Dalam sambutannya, Teh Helda Qibtiyah selaku Ketua Umum KPM Unpad menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan antusiasme yang terbangun sepanjang acara. Ia juga mengumumkan bahwa tuan rumah Procoma selanjutnya adalah IKIP Siliwangi, sebagai bentuk estafet semangat kolaborasi yang akan terus berlanjut antar protokoler mahasiswa se-Jawa Barat. Sementara itu, dalam sambutannya, Pak Inu, selaku Direktur Kemahasiswaan Unpad menyampaikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan Procoma 2025. Beliau menegaskan bahwa Unpad sangat mendorong inisiatif dan kreativitas mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan berbasis kolaborasi, seperti Procoma yang tidak hanya mengembangkan kompetensi teknis dan organisasi, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, etika, dan kemampuan komunikasi yang kuat. Menurutnya, forum seperti ini menjadi representasi nyata peran aktif mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan dan penguatan kualitas kelembagaan secara kolektif.
Rangkaian acara selanjutnya adalah pematerian yang bertajuk “Standar Internasional dan Etika Diplomatik dalam Penyelenggaraan Acara Lintas Negara” yang disampaikan oleh Bapak Murdi Primbani, S.H., LL.M., selaku Fungsional Diplomat Ahli Madya dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Pematerian ini dimoderatori oleh Teh Marshafinna Rayya Rasidan, selaku Kepala Departemen Relasi Organisasi KPM Unpad. Dalam penyampaiannya, Pak Murdi menekankan bahwa keprotokolan sejatinya merupakan perpaduan antara peraturan dan kepekaan etis.
“Keprotokolan memang memiliki dasar hukum, tetapi tidak lepas dari unsur courtesy (kehormatan), custom (kebiasaan), manners, dan politeness. Anak muda perlu mulai belajar seni ‘bermain’ dalam keprotokolan, terutama ketika kita telah memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai,” ungkap Bapak Murdi.
Setelah pematerian, dilakukan penyerahan plakat oleh Ibu Wina, selaku Pembina KPM Unpad kepada Bapak Murdi, selaku pemateri. Selanjutnya peserta diajak mengikuti kuis interaktif menggunakan platform Kahoot, di mana seluruh peserta berpartisipasi dengan antusias menjawab pertanyaan seputar keprotokolan yang telah dijelaskan pada pematerian. Peserta dengan skor tertinggi memperoleh hadiah khusus sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktifnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan Selayang Pandang FKPM Jawa Barat yang dipandu langsung oleh Pengurus FKPM Jawa Barat. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada latar belakang terbentuknya FKPM Jawa Barat, struktur organisasi, serta rencana strategis yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan.


“Kami memiliki visi untuk menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi seluruh KPM se-Jawa Barat,” ujar Kang Rafi Khalief selaku Ketua Umum FKPM Jawa Barat.
“Misi kami adalah membentuk forum keprotokolan mahasiswa Jawa Barat sebagai ruang berkumpul, membuka jalan kolaborasi antar-UKM keprotokoleran, dan menjadikan forum ini sebagai ajang yang melahirkan eksistensi, kompetisi, kolaborasi, koneksi, promosi, dan relasi,” lanjutnya.
Rangkaian selanjutnya adalah sharing session yang dipandu oleh Teh Hafizhah Ainul Fajar, selaku Bendahara Umum KPM Unpad. Sharing session hadir sebagai lanjutan yang mengalir dari pemaparan Selayang Pandang FKPM Jawa Barat yang sebelumnya telah menjelaskan visi untuk menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi seluruh KPM se-Jawa Barat serta misi membangun forum yang menjembatani eksistensi, koneksi, dan sinergi antar protokoler mahasiswa. Dengan dikemas secara santai dan interaktif melalui permainan memutar boneka yang diiringi musik, sesi ini menghidupkan semangat dan kebersamaan para peserta Procoma 2025.


Peserta yang terpilih untuk maju dan berbagi pandangan tentang nilai, sistem kerja, dan budaya organisasi KPM mereka masing-masing, secara tidak langsung menunjukkan keberagaman karakter dan identitas kelembagaan yang ada, tetapi tetap dalam satu semangat kolaboratif. Momen ini menjadi cerminan nyata dari misi FKPM Jawa Barat, bahwa upaya menyatukan KPM se-Jawa Barat bukan hanya lewat struktur formal, melainkan juga lewat ruang-ruang berbagi yang hangat dan membangun pemahaman lintas organisasi.
Tidak berhenti sampai di situ, peserta juga disuguhi penampilan solo vokal oleh Teh Rini Ameiliani dari Protokoler Muda KPM Unpad, serta pemutaran video profil dari setiap KPM Sahabat. Suasana akrab diperkuat dengan kegiatan Unpad Tour yang mengajak peserta dari luar kampus menjelajahi berbagai sudut lingkungan Unpad secara langsung.


Dalam Unpad Tour, peserta dibagi menjadi dua kloter dan diajak mengelilingi area kampus Unpad menggunakan odong, kendaraan khas yang biasa digunakan untuk mobilisasi civitas akademika di Unpad. Perjalanan dimulai dari jalur luar rumpun Soshum, dilanjutkan ke jalur luar rumpun Saintek, hingga menuju kawasan utama Rektorat Universitas Padjadjaran. Di area Rektorat, peserta tidak hanya berkeliling, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai fungsi dan sejarah berbagai bangunan yang ada. Salah satu lokasi yang menarik perhatian peserta adalah Cikahuripan, yaitu fasilitas penyedia air minum siap konsumsi yang diperuntukkan bagi seluruh civitas akademika Unpad. Banyak peserta yang antusias mencoba langsung air dari Cikahuripan sambil mengabadikan momen tersebut. Setelah itu, para peserta menyempatkan diri untuk berfoto bersama di depan Gedung Rektorat yang menjadi ikon kampus Unpad. Perjalanan ditutup dengan rute kembali menuju Aula PSBJ melalui jalur dalam rumpun Soshum, menandai berakhirnya perjalanan dengan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

Menjelang akhir acara, suasana penuh semangat masih terasa di dalam Aula PSBJ. Satu per satu Ketua KPM dari 17 delegasi yang hadir maju ke depan untuk menerima sertifikat partisipasi, yang secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Umum KPM Unpad, Teh Helda Qibtiyah. Momen ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas keterlibatan aktif para peserta dalam membangun diskusi, kolaborasi, dan kebersamaan sepanjang rangkaian kegiatan.
Sorak sorai kembali menggema saat MC mengumumkan sesi Doorprize, yang disambut dengan antusias oleh peserta. Hadiah menarik dibagikan kepada peserta beruntung yang menciptakan suasana riang dan memperkuat kesan kebersamaan di penghujung acara. Kemudian sebagai langkah reflektif, seluruh peserta juga diarahkan untuk mengisi angket evaluasi yang disediakan panitia. Evaluasi ini bertujuan untuk menghimpun masukan dan saran yang konstruktif sebagai dasar perbaikan dan pengembangan Procoma di masa mendatang. Setelah semua peserta mengisi angket evaluasi rangkaian kegiatan Procoma 2025 resmi ditutup. Meski acara telah usai, tetapi semangat persatuan, kolaborasi, dan profesionalisme yang terbangun di antara seluruh peserta akan terus tumbuh dan menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai insan protokoler mahasiswa di lingkungan masing-masing.
Procoma 2025 membuktikan bahwa dunia keprotokolan mahasiswa bukan hanya tentang tata acara formal, tetapi juga tentang kepemimpinan, etika komunikasi, dan kerja kolektif yang solid. KPM Unpad sebagai tuan rumah merasa bangga dapat menjadi bagian dari proses mempertemukan para insan protokoler mahasiswa yang siap tumbuh, terhubung, dan terus berkembang.

Kami ucapkan hatur nuhun kepada seluruh Akang Teteh KPM Sahabat serta hadirin yang telah hadir dan berpartisipasi dalam acara Protocol Comparison Activity 2025. Semoga silaturahmi yang telah terjalin, dapat terus terjaga dan menjadi semangat kolaborasi keprotokolan di masa mendatang.


